Leoni duduk sambil mengeringkan rambutnya, sesekali wanita itu akan melirik sinis ke arah seorang wanita yang sedang berbicara sendiri dan mendongengkan tentang kebahagiaan di masa depan bersama seorang pria yang menurut Leoni luar biasa brengseknya. "Jijik banget, Gween. Udah cinta mati banget sama Jero kayaknya," cibir wanita itu dengan geli. Wanita yang sedang asyik manusia perutnya sendiri itu menoleh dengan mata menyipit tajam. "Ini juga gara-gara kamu ya, Bocah Sinting! Ngapain coba pake segala culik aku?" gerutu Gween jengkel. Padahal waktu itu ia bertekad ingin menunggu Jero pulang dan mendengarkan penjelasan pria itu sedetail mungkin. Namun, tiba-tiba saja wanita itu muncul di apartemen Jero dan tanpa sengaja melihat pesan-pesan yang dikirim oleh Gween kepada Jero sehingga me

