Gween merasakan napasnya mulai sesak, kakinya lemas dan matanya semakin berkunang-kunang. Di tempat kosong dan gelap ini, Gween kembali ingat tentang kejahatan Geisya dulu yang seringkali mengurung dirinya di dalam gudang dan meninggalkan dirinya seharian di sana yang hampir mati kelaparan. Namun, saat dirinya ditemukan oleh papa atau mamanya, maka adiknya itu akan berkilah dan tidak mengakui kesalahannya bahkan menangis keras karena merasa Gween telah menuduhnya dengan begitu jahat. Hal itu tentu langsung membuat sang mama marah besar dan menghajar Gween habis-habisan dan mengatakan Gween begitu ceroboh hingga bisa terkunci sendiri di dalam sana. Semua itu masih terekam jelas di kepala wanita itu sehingga membuatnya menangis dan meraung karena rasa sakit di masa lalu dan masa kini yang

