Karma 2

1002 Kata

Keduanya saling pandang. Masih banyak rahasia yang belum Puspa ketahui. Bram makin erat mendekap istrinya. Dia tidak rela melepaskannya. Meski apapun yang terjadi. Kamu harus kuat, Puspa. ***L*** Sepagi itu, Bram baru masuk rumah saat panggilan menghentikan langkahnya. "Pa." Vanya muncul di pintu, meletakkan ranselnya begitu saja, lantas melangkah cepat dan memeluk papanya. Di belakang Bu Dewi mengikuti. "Maafkan Vanya, Pa." Remaja itu menangis tersedu-sedu di rangkulan papanya. Bram tersentuh. Di peluk erat anak sulungnya. "Papa maafin kamu. Papa juga minta maaf, kalau ada sikap papa yang membuat Vanya kecewa." Vanya kian terisak-isak. "Papa, marah sama Vanya?" "Papa tidak akan marah, kalau kamu mau menyadari kekeliruanmu." "Tapi Bunda keguguran lagi." Ia menunduk takut. "Iya." Br

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN