PERNIKAHAN - Karma Bram masuk kamar yang membuat Puspa terkejut. Wanita itu sedang duduk termenung di atas pembaringan. Tubuhnya terbalut sweater warna putih. Hawa memang cukup dingin setelah turun hujan. Dia pikir suaminya akan datang larut malam. "Mas." Senyuman Bram membuat dadanya berdebar. Ah, Puspa ingat kalimat yang diucapkan sang suami sebelum pergi meninggalkan rumahnya tadi siang. Lelaki itu duduk di dekat istrinya setelah mengecup kening dan kembali membuat Puspa berdebar. Antara bahagia dan khawatir. Apa Bram akan marah jika tahu dirinya baru saja bertemu dengan Rayyan. "Sudah minum obat?" "Iya, sudah. Mas, sudah makan?" "Sebelum salat Maghrib tadi mas sudah makan bareng Sony." "Aku buatin minum dulu." "Tidak usah." Bram menahan Puspa yang hendak turun dari pembar