Chapt 66. One Step Further

1962 Kata

            Dia turun dari mobil dengan penuh keyakinan. Entah kenapa, langkah kakinya begitu percaya diri menghentak pekarangan cantik yang tersusun berbagai bunga berwarna disana.             Ingin rasanya ia belajar tersenyum kali ini, tapi kenapa rasanya sangat sulit sekali. Bahkan ia mencoba untuk mengendalikan napasnya agar seimbang dengan nada bicaranya nanti. Namun, sepertinya sangat sulit bagi Aiyaz mengontrol emosinya dalam hitungan detik.             Jika saja ada Caca disini, dia pasti tidak akan segugup ini. Caca memang obat paling ampuh untuk menurunkan kadar emosinya.             Apalagi jika wanita itu mengancam akan pergi dari hidupnya. Bahkan hanya hitungan sepersekian detik, maka otaknya akan kembali ke jalan yang benar. Yah, begitulah yang ia rasakan hingga membuatny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN