Halo, Pak Tua

1005 Kata

Apa kau ingat? *** Untuk beberapa saat, di stasiun bawah tanah yang terbengkalai itu, Besi, Aul, dan Joni, hanya bisa diam. Tak ada satu pun dari mereka yang bersuara. Hingga satu jam kemudian, mereka mendengar suara-suara aneh. Ketiganya waspada. Penerangan yang minim di stasiun itu memang menguntungkan, tapi sekaligus merugikan bagi mereka. Besi berada di depan. Memberi isyarat dengan tangannya agar Aul dan Joni tetap di belakangnya. Joni bertanya dengan suara yang sangat pelan, "Si-siapa?" Besi dan Joni menggeleng bersamaan. "Aku harap itu hantu," ucap Joni tak kalah pelan. Setelahnya, Aul hanya diam. Besi maju perlahan, dan mencoba menajamkan penglihatan, tapi sungguh ia tak menemukan apa-apa. Lelaki itu menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. "Tidak ada apa-ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN