Berpikir negatif itu melelahkan, bukan? *** Joni terbangun dengan perasaan was-was. Ia mimpi buruk. Diusapnya berkali-kali wajahnya itu. Ia kemudian melongok ke ruang tengah. Ada suara televisi yang begitu keras terdengar. Rupanya sang kakak tengah menonton televisi dengan sangat serius. Joni kembali merebahkan dirinya dan menarik napas panjang. Mimpi buruknya membuatnya merasa sudah melewati malam panjang yang begitu melelahkan. Di dalam mimpinya, sang kakak mendapatkan kecelakaan. Itu membuatnya merasa sangat hancur. Sekali lagi, Joni bangun dan memeriksa sang kakak. "Hei, kau sudah bangun?" Kakaknya menyadari kalau Joni sudah bangun. "Iya." "Kemarilah. Kau tak ingin melihat berita di televisi?" "Berita?" Kakaknya mengangguk. "Dan ini, aku membuat nasi goreng." Joni menatap se

