Bab 18. Pria yang Terlambat "Rey... Reyna..." Teriak seorang dari kejauhan Suara itu, Reyna menyergit. Ia kenal betul siapa pemilik suara itu. Ia sudah tahu bagaimana caranya membalas pria itu. Bukannya mendekat, Reyna mematung, melipat kedua tangannya di atas perutnya. Ia menunggu pria itu datang, matanya menatap tajam ke arah suara. Tak lama kemudian, sebuah lampu sorot menyorot ke arahnya. Agatha muncul dari balik rimbunnya tanaman tebu. Wajahnya terlihat pucat, matanya memerah. Ia melihat Reyna berdiri, dengan tubuh berlumuran keringat dan wajah berlumuran darah. Ia melihat batang tebu yang remuk di tangan Reyna. "Reyna..." bisik Agatha, suaranya bergetar. Ia berlari ke arah Reyna, lalu memeluknya erat. "Kau baik-baik saja, bukan?" Reyna tidak merespon pelukan itu. Ia hanya diam,

