Bab 17

1029 Kata

Bab 17: Perangkap di Hutan Tebu Suara langkah kaki mendekat, lambat dan penuh niat. Reyna merasakan adrenalin memompa tubuhnya, melawan sensasi panas yang menjalar akibat obat bius. Pintu taksi di sisinya terbuka. Sinar rembulan yang pucat menyinari wajah si supir, mengganti senyum tipisnya dengan seringai lebar yang mengerikan. "Tenang saja, Nona," katanya, suaranya serak. "Aku akan pastikan kau menikmati perjalanan ini." Reyna menelan ludah, dadanya sesak. Tapi, bukannya menyerah, ia justru membalas seringai itu dengan senyum tipis. "Pak, Anda salah jika ingin melakukannya di sini." Senyum si supir memudar. "Apa maksudmu?" "Saya yakin sekarang bos saya sedang mengejar taksi ini," jawab Reyna, nada suaranya setenang mungkin meskipun tubuhnya gemetar. "Dan saya pastikan Bapak akan keh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN