BAB 26

1292 Kata

... Mereka berjalan menuju dapur, meninggalkan sofa yang menjadi saksi bisu dari kekacauan yang berujung pada struktur dan cinta yang tak terduga. Dapur mungil Reyna, yang biasanya hanya diisi oleh kopi instan dan sisa makanan delivery, kini terasa seperti awal sebuah rumah. Agrata berdiri di sana, gerakannya terstruktur saat mengambil air minum untuk Reyna—tindakan kecil yang jauh lebih bermakna daripada negosiasi kontrak miliaran. “Minum ini,” kata Agrata, menyodorkan segelas air. “Aku harus memastikan racun itu benar-benar hilang dari sistemmu. Aku ingin cinta kita ini murni, bukan efek samping dari produk pesaing.” Reyna menerima gelas itu, tatapannya kini dipenuhi kepercayaan dan rasa aman. Ia tahu, di balik wajah hyper itu, ada pria yang bersedia berlutut dan menanggung segala kes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN