Yulia sontak meraih tangan Emely dan menggenggamnya erat. "Eh, eh … maaf ya kalau aku salah ngomong. Aku nggak bermaksud—" Emely buru-buru menggeleng sambil menyeka air matanya. "Mbak Yulia nggak salah … aku cuma … keingat sesuatu." Suaranya serak, namun tetap berusaha tenang. Yulia mengerti jika Emely enggan untuk berbicara lebih lanjut mengenai masalahnya, karenanya wanita yang sedang hamil 7 bulan itu hanya tersenyum. Dia lalu menuntun Emely menuju pantry. "Kalau kamu butuh tempat curhat, aku siap mendengarnya, Ly," ujar Yulia lembut. Yulia lalu menuangkan segelas air hangat untuk Emely, wanita itu meminumnya perlahan-lahan, seakan air itu dapat menyakiti tenggorokannya “Kadang aku berpikir, apakah aku terlalu egois menjalani semua ini sendiri, sementara ...." Emely tak sanggup

