Jam sembilan malam Ashel pulang ke rumah. Sepi. Fariz tidak ada di rumah. Mungkin pria itu tidak sudi lagi menetap di rumah itu. Mungkin dia sedang menanti-nanti saatnya bisa berkumpul dan bercinta dengan Ayesha. Bukan hanya hati Ashel saja yang akan terluka jika itu benar-benar terjadi, Reihan juga pastinya akan sangat terluka. Ashel menyalakan lampu-lampu ruangan. Perasaannya kian berkecamuk. Sampai jam segini pun Fariz tidak mencarinya. Fariz juga tidak menelepon untuk menanyakan kondisinya. Lalu untuk apa ia bersedih karena Fariz? Fariz memang tidak perduli padanya. Sepertinya, permintaannya untuk minta pisah dikabulkan oleh Fariz. Kenapa semenyakitkan ini perjalanan cintanya? Ashel harus belajar memulai hari tanpa bayang-bayang Fariz. Meski bayangan itu masih melekat je

