113. Benar-benar Pergi

2415 Kata

Gala’s POV “Aku pulang dulu, Vir.” Vira yang tadinya sedang menunduk menatap batu nisan, seketika mendongak. Dia juga langsung berdiri. Matanya kini sembab parah. Sejak aku datang sampai ibunya dikebumikan, dia memang tak henti-hentinya menangis. Bahkan tadi saat ibunya dibawa ke liang lahat, dia sempat pingsan meski hanya sesaat. Ya, kehilangan seorang Ibu, siapa yang tak merasa berat? Apalagi Ibu yang telah membesarkannya sendirian selama puluhan tahun. Terlebih tidak ada pula saudara lain yang peduli. “Makasih banyak, Mas—” “Hm.” “Ibu sekarang udah pergi. Apa perlu Mas sejutek itu?” “Yang aku peduliin itu ibumu. Satu-satunya alasan kenapa aku masih mau berhubungan denganmu itu karena beliau. Sekarang beliau udah pergi. Maka tugasku selesai. Beberapa bulan ini aku udah berusaha n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN