Sukurin! Pagi-pagi, Mas Gala langsung disidang. Sidang dimulai tepat setelah acara sarapan selesai. Sarapan kali ini adalah kombinasi masakanku dan Ibu. Kami masak banyak menu dan langsung ludes dalam waktu singkat. Aku jadinya tidak tega membiarkan Ibu masak sendiri. Sekalipun beliau sempat menolak kubantu, aku tetap tidak bisa. Akhirnya, Ibu membolehkan agar acara masak juga cepat beres. Soal sidang, masih bagus Ayah dan Ibu mau menunggu perut Mas Gala kenyang. Katakan, masih cukup berperikemanusiaan. Mereka tak membiarkan anak kelaparan sebelum dicecar dengan berbagai pertanyaan. Kali ini aku cukup jadi penonton. Aku akan bicara jika dibutuhkan saja. “Sekarang cepat jelasin, Gal, gimana semalam kamu bisa sampai mabuk?” Ayah memulai acara ‘sidang’ kali ini. “Emang laporan dari tes

