Malam ini Risa ngidam nasi mentok yang katanya berlokasi tidak jauh dari rumahnya. Dengan kondisinya yang sedang hamil besar, tidak mungkin dia beli sendiri. Mau menggunakan jasa pesan antar, katanya bisa lama sekali karena antriannya sangat banyak. Dibedakan pula antara antrean jasa pesan-antar dan orang yang beli langsung. Dokter Arga bisa saja beli sendiri, tetapi aku tak tega. Akhirnya, aku menawarkan bantuan. Aku yang keluar dengannya dan Mas Gala yang menjaga Risa di rumah. Bertukar pasangan? Ya, anggap saja begitu. Sekalian aku memberi waktu untuk Mas Gala dan Risa ngobrol. Semoga saja kali ini berhasil, Risa tidak lagi curiga pada kami. Mengenai rencana Mas Gala tadi sore, aku belum tahu pasti berhasil atau tidak. Pasalnya, belum ada reaksi khusus dari Risa. Yang jelas, saat ak

