80. Bujukan Suami

2505 Kata

Bangun tidur, rasanya aku enggan keluar. Aku terus mendekam di kamar, bahkan setelah jam menunjukkan pukul enam. Padahal, biasanya jam enam aku sudah sibuk di dapur dan masak bekal untuk Mas Gala. Hari ini pokoknya libur. Biar Mas Gala makan di kantin rumah sakit saja. Sengaja aku tak konfirmasi. Dia juga pasti akan sadar sendiri. Kalau aku tidak di dapur, maka tidak ada bekal untuknya. Jujur, aku masih terbayang-bayang yang semalam. Aku juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba kami jadi saling menyerang seperti itu. Seolah-olah, itu tindakan yang lumrah. Padahal, yang semalam itu baru kali pertama kali kami lakukan. Terutama aku sendiri. Aku bahkan tidak sadar kapan menyerang balik karena pada awalnya aku terus berontak. Mungkin saja, badanku betul-betul tidak bisa bohong. Naluri kenormal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN