Aku langsung dipersilakan masuk begitu tiba di rumah Vira. Rumahnya entah kenapa agak familiar di mataku. Mungkin karena design-nya sebelas dua belas dengan rumah Ayah dan Ibu yang kutempati sebelum menikah. Ya, aku jadi ke rumah Vira demi Mas Gala. Rasa jengkel, sesak, sakit hati, semua kukesampingkan lebih dulu. Aku berusaha untuk tetap tenang dan jangan mudah menyimpulkan keadaan sebelum tahu betul apa yang sebenarnya terjadi dengan suamiku. Sampai-sampai, dia harus berada di rumah mantannya tengah malam begini. Sebagai istri, siapa yang tak marah jika ada di kondisiku saat ini? Jika tak memikirkan hal lain, aku mungkin sudah tantrum. Hanya aku masih cukup memiliki akal sehat. Aku harus menjaga nama baikku sendiri. “Mas Gala ada di kamarku, Salma.” K-kamar? Kamarnya? Sial! Mau pame

