“Cie, pulangnya dijemput suami!” Ucapan Mika membuatku yang tadinya sedang fokus menatap ponsel, seketika mendongak. Ternyata benar, Mas Gala sudah datang. Mika ini hafal betul mobil Mas Gala karena sama persis dengan milik ayahnya. Bahkan nomor platnya pun mirip, hanya beda satu angka dan satu huruf. Diam-diam, Mika ini anak orang berada. Tapi anaknya memang sangat membumi. Satu kali pun dia tidak pernah pamer tentang keluarganya. Soal mobil ini hanya kebetulan saat aku tanya dan dia mau menjawab. Memang, di dunia ini banyak sekali jenis orangnya. Dan sepertinya, aku sudah bertemu nyaris semua jenis. Mulai dari yang sombongnya setengah mampus sampai yang rendah hatinya tak kira-kira. “Mau ketemu enggak, Mik?” “Enggak, ah! Malu. Tadi udah bilang makasih di telepon.” Mika nyengir. “Ak

