Pulang dari makan malam, aku dan Mas Gala diskusi di ruang tengah mengenai Nabil dan Pak Santo yang terlihat bersama. Untuk sementara, asumsi kami sepakat mengatakan kalau Nabil adalah anak Pak Santo. Mas Gala sedang menghubungi Mas Rizal untuk mengonfirmasi. Andai benar asumsi kami, aku jadi lebih paham dengan apa yang Nabil katakan. Baik itu di chat ataupun di obrolan kami malam itu. Dia berada di pihakku, artinya dia tahu kalau aku benar dan orang tuanya yang salah. Dia ingin memerangi dan melindungi di saat yang sama, ini pasti dituujukan untuk kedua orang tuanya. Memerangi, karena dia tahu kalau orang tuanya salah besar dan fatal. Melindungi, karena bagaimanapun dia adalah seorang anak. Sebagai anak, tentu dia tidak ingin orang tuanya kenapa-napa. Logika ini masuk akal, kan? Maka

