96. Kompensasi Besar

1902 Kata

“Buat kamu, Ma.” Aku kaget karena tiba-tiba Satria datang membawakanku kotak bekal. Aku yang sedang makan es krim sendirian di ruangan, seketika mendongak. “Apa, ini, Sat? Tiba-tiba banget buat aku?” “Aku bikin donat kebanyakan. Nah, itu aku bawain khusus buat kamu.” “Bikin sendiri? Serius, Sat?” “Kok kaget?” “Kamu bisa masak?” “Jangan salah! Masakanku lumayan, ya.” Satria duduk di sebelahku dan membukakan kotak bekal itu. Benar, isinya donat lima biji. Ada yang polosan, ada yang tabur gula halus, ada yang topping coklat. “Tadi aku bawa ada sepuluh. Aku bawa di kotak yang lain. Jadi, teman yang lain udah pada icip. Justru tinggal kamu yang belum. Soalnya sejak pagi kamu udah sibuk.” “Agak heran, jujur. Kamu masih sempet bikin donat di saat sibuk begini?” “Aku merasa enggak ada d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN