97. Nyaris!

2801 Kata

Beres mandi, aku dan Mas Gala makan di ruang tengah. Sembari kami menonton TV yang menyiarkan pertandiangan Voli. Menu makan malam kami kali ini adalah bebek bumbu hitam. Aku jadinya tidak masak. Mas Gala yang tiba-tiba beli menu itu karena kangen. Aku sengaja memelankan ritme makanku untuk mengulur waktu. Meski aku tak yakin Mas Gala ‘tega’— mengingat dia berkali-kali menekankan tidak akan memaksa, tetapi aku takutnya malam ini dia nekat betulan. Dia mungkin sudah cukup menahan kesal pada Satria yang memang sering bersamaku dan terus-terusan memberi perhatian yang tak biasa. Bisa saja dia ingin rasa ‘aman’, dalam arti dia harus memastikan aku tetap tinggal di sisinya. Maka sangat wajar jika dia kadang agak berlebihan dalam cemburu dan posesif. Apalagi saat ini aku sedang tidak mau meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN