108. Menyulut Api

2704 Kata

Rasanya malu! Sungguh malu! Pokokya malu sekali! Ingin rasanya saat ini aku menghilang dari muka bumi. Bisa-bisanya Ayah dan Ibu melihat apa yang seharusnya tidak mereka lihat. Sekalipun kondisi parkiran cukup temaram, tetapi tetap saja mereka paham betul apa yang aku dan Mas Gala lakukan. Ciuman bibir di depan mertua, mana aku yang mulai lebih dulu. Ada lawan? Aaaaak! Aku bisa gila lama-lama! “Dek, kamu kenapa jadi pendiam gitu?” Mas Gala menyenggolku. Aku melirik tajam, Mas Gala malah mengulum senyum. Jelas dia sengaja soal yang tadi. Entah apa maksud dan tujuannya. Masa iya, di sini hanya aku yang malu? Suamiku ini biasa saja? “Dek—” “Udah, Gal. Jangan ledek istrimu terus!” balas Ibu. “Tahu, nih, Bu! Mas Gala suka gitu. Sengaja bangeeet!” “Nah! Langsung ngadu, kan?” “Ya habi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN