Rumah yang waktu itu benar-benar sudah ludes terbakar. Mengenai dibakar atau terbakar tak sengaja— karena konsleting listrik, misalnya— itu masih belum diketahui dengan pasti. Yang jelas, rumah itu kini sudah tinggal sebagian tembok dan beberapa kerangkanya saja. Dengan kata lain, kebakarannya cukup parah. Kalau dugaanku, ini seperti sengaja dibakar. Namun, entahlah. Semua akan diselidiki dengan hati-hati. Untungnya, rumah ini tidak dekat dengan rumah warga mana pun. Samping kanan dan kirinya ada sepetak lahan yang ditanami pohon pisang dan singkong. Jadi, rumah orang lain tidak terdampak. Jujur, sayang sekali. Baru sekali aku ke rumah itu, tetapi kini aku sudak tidak bisa lagi. Semuanya sudah ‘selesai’. Yang tersisa hanyalah kenangan. “Malam ini kamu pulang ke rumah orang tuamu, ya. J

