“Mas Gala, gimana kabar Nabil? Apa dia masih ada harapan selamat?” Aku datang dalam kondisi napas ngos-ngosan. Dari rumah Ibu, aku langsung naik motor ke rumah sakit tempat Nabil dilarikan. Selama perjalanan, aku terus saja berdoa atas keselamatannya. Dia sudah mengorbankan dirinya untuk dua orang yang kusayang. Suamiku, juga Ayah mertuaku. Double kill! Jangan bahas soal apa saja yang terjadi sebelum Nabil tertembak karena sampai detik ini pun aku tak tahu. Yang jelas, Mas Gala bilang sisanya diurus Ayah dan anak buah beliau. Mas Gala dan beberapa anak buah lagi, ditugaslan melarikan Nabil ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan. Ngomong-ngomong, Nabil tidak dilarikan ke Hamemayu karena terlalu jauh dari lokasi kejadian. Dia dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan itu adalah ru

