Akhirnya, Nabil telah melalui masa kritisnya. Dia juga langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Hamemayu agar mendapat perawatan terbaik. Semuanya Ayah yang tanggung. Nabil memang sudah sadar, tetapi aku belum bisa menemuinya. Atau lebih tepatnya belum sempat. Rencananya, aku dan Mas Gala akan ke rumah sakit hari ini setelah mengurus beberapa hal di kantor polisi. “Mas … Pak Santo, kan, kemungkinan enggak akan bisa kabur lagi. Tapi gimana dengan kroni-nya? Maksudku, koroninya, kan, banyak. Masa langsung keciduk semua?” “Tentu pelan-pelan. Yang bakal langsung kena, itu kroni terdekat. Nanti juga merembet. Masalah ini sejak awal udah besar. Enggak bisa selesai dalam waktu singkat. Tapi minimal, kalau pusatnya udah kena, bawahnya lebih bisa dikondisikan.” “Bener juga.” Aku mengangguk paham. “J

