Perjalanan ke mall terdekat memakan waktu sekitar dua puluh menit. Jalanan lumayan padat, namun obrolan ringan dan komentar-komentar random Eira soal semua yang ia lihat dari jendela—mulai dari truk besar sampai tukang tambal ban—membuat waktu mengalir lebih cepat. Begitu masuk area basement mall, Bintang memutar setir, mencari slot parkir yang tak terlalu jauh dari akses lift. “Biar Eira ngga capek jalan,” ujar si kecil. “Iya. Kan Mamang sayang sama Eira,” sahut Bintang. “Nanti Eira digendong?” “Ya jalan atuh, nanti kakinya pegal kalau Eira malas jalan.” “Okeee!” Akhirnya mereka mendapatkan slot parkir yang lumayan lega. Begitu mesin mobil dimatikan, Bintang memutar badan untuk melepaskan seatbelt Eira. “Siap, Neng Eira?” tanyanya. Eira mengangguk mantap. “Ayo! Eira mau bikin ram

