Mengabaikan

1004 Kata

Setelah bertengkar dengan Aland pagi tadi, Zaya sama sekali tidak keluar kamar saat Aland masih berada di rumah. Baru setelah Aland berangkat kerja, Zaya turun untuk sarapan. "Kenapa di rumah sepi sekali, Bi?" tanya Zaya pada pelayan. "Mereka kebanyakan sedang pulang kampung, Nona," jawab pelayan tersebut sambil menuangkan air. "Pulang kampung? Barengan?" Zaya sedikit tidak percaya, tidak mungkin ini suatu kebetulan. Atau mereka memang sengaja. "Iya, Nona." "Oh, begitu." Zaya sebenarnya tidak ingin ambil pusing soal para pelayan pulang kampung atau tidak. Tidak peduli soal suasana rumah yang sepi atau tidak. Zaya merasa ini semakin baik, karena dengan begitu saat dirinya dan Aland sedang bertengkar, maka tidak ada yang tahu. Juga Nyonya Azzela dan Tuan Pram yang tidak di rumah, it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN