Bab 53

1350 Kata

Di ujung telepon, Nada tidak nyaman dengan kesunyian yang lebih banyak mengisi percakapan mereka. "Kai?" Panggilnya. "Hm?" "Kamu lagi mikirin sesuatu?" Pertanyaan itu membuat Kaiden terdiam beberapa detik. Nada mengenalnya cukup lama. Cukup lama untuk menyadari saat pikirannya sedang tidak berada dalam percakapan. "Nggak." "Bohong." Kaiden hampir tersenyum. Nada memang selalu seperti itu. Terlalu peka. Atau sok tahu? Entah. Kaiden merasa tidak nyaman tiba-tiba. Suara Nada yang awalnya datar mulai manja, nada merajuk terdengar jelas. "Kalau ada yang dipikirin, aku bersedia ikut menanggungnya." Alarm di dalam kepala Kaiden berdenting. Nada mulai melancarkan serangan. "Aku sudah bilang, nggak ada." Jawab Kaiden dingin. Sepertinya Nada langsung menangkap maksud Kaiden. "Kala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN