Bab 54

1147 Kata

Riko keluar dengan wajah sedih. Dan sialnya... Aluna melihat semuanya. Ia sedang berdiri di dekat mesin fotokopi ketika pintu ruang direktur terbuka. Riko keluar dengan langkah yang jauh lebih lambat dibanding saat masuk. Biasanya pria itu selalu terlihat santai, bahkan terlalu santai untuk ukuran karyawan kantor. Namun kali ini bahunya sedikit turun, wajahnya kusut, dan ekspresinya seperti seseorang yang baru saja menjalani sidang skripsi selama tiga jam tanpa jeda. Aluna langsung mengernyit. "Rik." Riko menoleh. Begitu melihat Aluna berjalan mendekat, ia langsung berusaha memasang senyum. Sayangnya gagal total. "Apa?" "Kamu kenapa?" "Nggak kenapa-kenapa." "Bohong." "Nggak." "Riko." Riko menghela napas panjang. Salah satu kebiasaan Aluna yang paling menyebalkan adalah ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN