Ridwan tersenyum gugup. Dia kemudian melayangkan pandangannya pada kelima lelaki yang kini berdiri sejajar di hadapannya. Kedatangan Ridwan tentu saja membuat semua penghuni rumah merasa heran. Mereka bertanya-tanya kenapa sosok majikan Riyu itu tiba-tiba datang ke rumah mereka. Apalagi Ridwan datang dengan raut wajah panik yang juga terlihat kentara sekali. “A-ada apa, Mas?” tanya Darrel. Ridwan tidak menjawab. Dia sibuk melongokkan kepala mencari sosok yang ingin ditemuinya. Setelah menyadari bahwa Riyu tidak ada di sana, Ridwan pun menelan ludah. Dia kembali tersenyum canggung menatap semua orang yang masih memandangnya dengan wajah heran. “Masuk dulu, Mas,” ucap Raymon. Ridwan tersenyum. “S-saya datang ke sini untuk mencari Riyu. Apa mungkin dia sudah pulang ke rumah?” Semua meng