“Kamu mau ke mana lagi?” tanya Anto. Ayu yang sedang duduk di bangku taman yang terbuat dari kayu itu hanya tersenyum sambil memijit betisnya yang terasa sedikit pegal. “Hmmm … ke mana lagi, ya?” desisnya kemudian. Keheningan sejenak menyebar. Anto mulai asyik dengan handphone-nya. Lelaki itu sesekali tampak tersenyum. Seringai di wajahnya itu pun kadang membuat Ayu merasa curiga. “Lagi chatt-an sama siapa, Mas?” sergah Ayu. Deg. Anto sedikit terkejut dan langsung memasukkan handphone-nya buru-buru ke dalam kantong celana. “Bukan sama siapa-siapa,” jawab Anto ketus. Ayu mengembuskan napas panjang. Dia memerhatikan sosok lelaki yang kini duduk disampingnya itu. Beberapa hari terakhir Ayu sudah berusaha dengan sangat keras. Dia mencoba untuk membuka hati. Dia mencoba untuk menerima.

