The Wo(Man) - 111

1733 Kata

Ayu benar-benar tercengang. Bibirnya kelu untuk sekedar berkata-kata. Kakinya juga terasa terpaku ke tanah dan tidak bisa pergi dari sana. Rasanya dia ingin berlari saja sekencang mungkin, bersembunyi dan tidak pernah keluar lagi.  Namun semua indera seakan tidak bekerja. Semua syaraf juga seakan mati rasa. Ayu pun masih terpana dengan mata melotot. Saat ini dia bisa mendengar suara degup jantungnya sendiri yang berdetak sangat cepat. Ayu kembali menatap semua lelaki itu satu persatu dengan d**a yang terasa sesak. Mereka semua ada di depan matanya. Darrel. Raymon. Abian. Tovani. Edwin. Bagaimana bisa semua lelaki itu muncul di hadapannya? Apa ini benar-benar nyata? Apa jangan-jangan Ayu sedang hanyut dalam alam mimpinya? Bagi Ayu semua ini benar-benar terasa terlalu mengada-ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN