After Marriage — dua puluh satu

1586 Kata

Zia menggedor-gedor pintu kamar Devita yang terletak di sebelah kamarnya sembari memanggil nama manajernya itu, namun tak kunjung mendapatkan jawaban. Zia memegang gagang pintu dan begitu pintu kamar terbuka, Zia tidak menemukan sosok yang dicarinya di dalam sana. Melihat ke kamar mandi, Devita juga tida ada di sana. Zia melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:30. Devita memang tadi mengatakan ingin keluar padanya, tapi biasanya perempuan itu kalau keluar apartemen tanpanya tidak akan lama. Devita sudah keluar dari apartemen menjelang maghrib. Zia pikir saat dia ketiduran tadi, Devita sudah kembali.Berkali-kali umpatan kasar keluar dari mulut Zia. Dia butuh Devita saat ini juga. Kata perempuan itu, akan selalu ada untuknya. Tapi, di mana perempuan itu ketika dirinya sedang menda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN