"Thank you banget, Bro. Berkat bantuan lo, akhirnya gue bisa baikan sama Anita dan mendepak perempuan gila itu. "Gue ikut senang dengernya," balas Ray. "Senang bisa ngelakuin sesuatu buat lo berdua, ya... walau yang gue lakuin ini belum seberapa untuk menebus kesalahan gue sama kalian waktu itu." Ervan berdecak. "Apaan banget, deh? Lo masih aja terus-terusan ngerasa bersalah. Kan gue sama Anita udah lama maafin lo dan kita berdua... ikhlas." "Kadang gue kepikiran aja. Kalau dulu gue nggak punya pemikiran pendek begitu, mungkin lo berdua udah nikah dari dulu." "Yang penting kami tetap menikah juga pada akhirnya, 'kan? Mungkin memang gue dan Anita memang nggak ditakdirkan untuk menikah lebih dini, makanya Tuhan ngasih kita ujian dulu. Tapi kembali lagi, mau seperti apapun kondisinya, mau