Caca tampak kesulitan untuk menelan salivanya sendiri. Wanita itu merasa seperti ada sesuatu yang menghalangi tenggorokannya. Ia tidak tahu lelaki yang ada di sebelahnya akan bereaksi seperti apa jika tahu yang sebenarnya. Pada kenyataannya selama ini ia tinggal di kediaman Tama. Saat ini nyali Caca sudah menciut karena melihat tatapan tajam dari mata Andra. Ia tahu jika mantan suaminya sangat tidak suka dibohongi. Sebenarnya bisa saja Caca berbohong, tapi sangat mudah bagi Andra untuk mengetahuinya. Tentu sangat mudah bagi pria itu semudah ia membalikkan telapak tangannya. Mungkin memang sudah waktunya Andra untuk mengetahui segalanya. Apa salahnya ia memberi tahu pria itu semuanya, tapi untuk kembali lagi padanya tentu tidak semudah itu. Caca tidak ingin mengulang kembali pernikahan

