"Ren, kamu tahu dari mana aku ada di Jakarta?" Tanya Adhia lembut. "Kamu jahat, Di! Sudah setahun dan kamu tidak kasih tahu?!" Masih saja Tarendra uring-uringan karena Adhia yang sengaja menyembunyikan kedatangannya di Jakarta. "Sengaja, Ren. Kalau kamu tahu, kamu pasti akan langsung nekat melamarku." Jawab Adhia tersenyum. "Gak cuma melamar, tapi aku gak akan pernah melepasmu lagi. Di, maaf untuk Evan ya. Tapi Evan pasti sudah bahagia di surga kan? Sudah terbebas dari segala sakitnya." Mendadak Tarendra berkata dengan mimik serius. Wajah Adhia berubah mendung, jika diingatkan kembali akan Evan. "Terima kasih. Aku dan Denan harus rajin berdoa untuknya." "Di..." Tiba-tiba Tarendra menggenggam tangan Adhia, membuat Adhia berjengit kaget. "Ren, kita bukan anak ABG lagi loh. Ingat umur!
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


