"Pa, bude, Fanny berangkat dulu ya." Pamit Fanny pada Tarendra dan Tyas yang sedang berkunjung ke rumah menjenguk sang papa. "Mau ke mana, Fan?" Tanya Tyas melihat baju yang dipakai Fanny tampak berbeda dari sehari-hari. "Nonton bude, sama teman-teman, mumpung libur. Senin kan sibuk kerja lagi. Daah… titip makan papa ya bude. Assalamualaikum." "Waalaikumusalam…" Baik Tarendra dan Tyas sama-sama melihat ke arah perginya Fanny. "Ren, Fanny sudah dewasa, sudah bekerja malah, kapan mau mulai memikirkan dirimu sendiri?" Tanya Tyas melihat ke arah adik lelaki beda ibu itu. Tarendra tidak mau menjawab, hanya melihat ke arah Tyas sambil tersenyum simpul. Lelaki yang masih tampak gagah di usia kepala empat itu, kemudian asyik melanjutkan melukis. Akhir-akhir ini dia sering teringat pada Adhia

