Dua minggu sudah Ara pergi. Hari ini Adhia berdandan secukupnya, memakai pakaian yang pantas. Dia mendapat undangan dari sekolah Ara. Ya..., hari ini upacara kelulusan atau wisuda yang dilakukan di sekolah Ara. Jujur, Adhia pada awalnya tidak mau menghadiri acara itu. Rasa sedihnya, rasa kehilangannya akan Ara, perlahan sudah bisa dia lalui. Kalau dia harus kembali hadir di sekolah itu, hanya akan membangkitkan kenangannya pada Ara. Tapi, Bunda Mia membujuknya untuk hadir. Kemarin, bahkan perwakilan dari sekolah datang ke panti asuhan untuk menyerahkan undangan secara langsung. Ara mendapatkan NEM tertinggi di SD itu. Ara, ya almarhum Ara, putra terkasihnya yang mencapai nilai terbaik di SD itu. Bukan anak lain, tapi Ara. Tidak hanya NEM tertinggi, tapi masih ada sederet prestasi lainnya

