Scars 40 Mentally Breakdown

1310 Kata

"Pah..." Fanny menyapa lembut Tarendra yang masih asyik dengan dunianya. Sudah jam delapan pagi, tapi Tarendra bahkan belum mau mandi dan sarapan. Padahal juga tidak beraktivitas apa pun. Seperti biasa, berdiri di depan jendela kamarnya yang kokoh, melihat jauh ke depan. Tarendra selalu suka hawa sejuk di komplek perumahan mewah itu, karenanya dia akan membuka jendela kamarnya lebar-lebar. "Pah..." Kembali Fanny bersuara, bahkan kali ini sambil menyentuh pundak Tarendra pelan agar tidak mengagetkan sang papa. Tarendra menoleh, tersenyum simpul. Tapi tidak berkata apapun. "Pah, sudah siang, mandi terus sarapan yuk. Nanti Fanny akan panggil tukang cukur langganan papa. Sudah panjang ini rambutnya pah. Lagian biar papa gak terlihat kumal gini deh. Nanti akan ada cewek cantik yang datang lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN