“Fan…, maaf ibu tadi pergi begitu saja. Ibu tadi sangat kaget melihat papamu. Maaf…” Beberapa kali kata maaf terucap dari bibir Adhia melalui telepon kepada Fanny malam hari setelah dia lari begitu saja karena tidak sanggup melihat Tarendra. Menarik nafas panjang, Fanny kemudian menjawab, “Iya ibu.” Tapi mata Fanny lekat melihat ke Tarendra yang akhirnya nyenyak tertidur setelah dari tadi mengigau. “Gimana kabar papamu?” “Tadi setelah ibu pulang papa shock berat, sekarang sedang tidur sih bu. Badannya agak demam. Dari tadi mengigau memanggil nama ibu. Tapi sekarang sudah lumayan tenang bu, tidurnya sudah tidak gelisah lagi. Ini Fanny lagi disebelah papa.” Jawab Fanny, kemudian mengurut kening sang papa yang tampak berkerut seperti memikirkan sesuatu. “Nanti ibu Insya Allah akan ke situ

