Scars 27 Jangan Pergi

744 Kata

Tarendra mengguncang bahu Adhia pelan agar tidak mengagetkannya. Semalam, posisi tidur Adhia sungguh tidak nyaman. Dia tidur berbantalkan lengannya, berada di sebelah Ara sambil berucap kalimat syahadat. Tapi, mungkin karena terlalu lelah karena kurang istirahat, Adhia hanya mampu bertahan sampai pertengahan malam. Bahkan saat Tarendra membopong tubuh mungilnya untuk pindah ke sofa bed yang tersedia, Adhia sama sekali tidak terbangun. "Di..., bangun. Sudah subuh. Sholat dulu." "Euuumm..." Adhia mengucek matanya. Tampak linglung melihat dirinya bisa berada di sofa bed. Tapi dua detik kemudian, matanya segera beralih ke Ara. Tarendra tahu itu. "Ara baik-baik aja kok. Sudah kamu sholat subuh dulu. Aku sudah sholat barusan." Adhia segera bangun dan menuju ke ranjang Ara. Dilihatnya masih a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN