Bertabrakan, napas mereka bertabrakan dengan panas. Ledakan itu telah memporak-porandakan seluruhnya, seluruh pertahanan diri, seluruh kekuatan yang tersisa. Laura tersengal-sengal, seluruh tubuhnya banjir oleh peluh, bergetar oleh ledakan g a i r a h yang baru saja terjadi. Sementara Adam masih dipenuhi g a i r a h meskipun sudah merasa jauh lebih baik. Saat itu Adam tahu, ia tidak bisa melakukannya dalam kondisi seperti ini. Laura masih perawan, dan itu tidak bisa dilakukan terburu-buru. Meskipun akal sehatnya berkata ia tidak butuh s e k s, melainkan dokter untuk membantu menetralkan obat p e r a n g s a n g itu. Ia masih saja berharap ledakan tadi mengobati seluruh kesakitan akibat g a i r a h. "Kau ... membuatku kacau, Laura." Laura menunduk, melihat benda itu masih menempel