Mobil Anin sudah parkir di depan halaman rumahnya. Anin segera masuk ke dalam lalu menyelinap ke dapur untuk membuat s**u dan roti yang akan dibawa ke kamarnya. Kebetulan disana ada asisten rumah tangga tangga yang sedang memasak, Anin langsung minta dibuatkan sarapan yang dianar ke kamarnya. "Tolong buatkan s**u putih dan roti bakar ya," pinta Anin. "Siap Non," jawab asisten itu dengan sopan. Anin kembali lagi ke arah ruang tengah dan lagi -lagi ia melewati kamar ruang tamu. Tadi ia melewati kamar itu masih dalam keadaan tenang dan kini mulai lagi ada keributan kecil. Bukan keributan semacam berantem tetapi suara deitan ranjang besi yang mengenai dinding dan desahan maut milik Tesa yang lolos dari bibirnya dan terdengar sangat menggelitik telinga Anin. "Huf ... Kenapa harus denger gin