" Baiklah. Kalau begitu kita urus perceraian kita sekarang, bahkan detik ini juga. Ayo kita pergi. " ujar Lucky dengan penuh ketegasan mengajak dewa untuk mengurus perceraian mereka detik itu juga, membuat Dea benar-benar sangat terkejut, bahkan sampai menggelengkan kepalanya tanpa ia tak dari, hingga Lucky kembali menghentikan langkahnya saat ia ingin memasuki mobilnya namun ia merasa dia tidak mengikuti langkahnya. " Kenapa diam saja? bukankah kau ingin bersama dengan dia, sepupu aku, kau tidak ingin bersamanya setelah resmi berpisah denganku? kau tidak ingin buru-buru bercerai? " tanya Lucky tanpa menetap Dea, yang tanpa dapat angin dari mana atau dapat bisikan dari mana, tiba-tiba ada yang malah mendekati lucky dan memeluk Lucky dari belakang. " katakan saja kalau marah, melampiask

