"Ti-tidak mungkin. Lucky... Ini tidak mungkin Lucky. Ini pasti salah." gumam Dea sambil menatap berkas itu, lalu Deren merebut paksa kertas itu lagi dari tangan Dea, dan menatap Dea dengan tatapan dinginnya. " setelah apa yang terjadi pada lucky, kamu masih ingin menceraikan dia? " tanya Deren yang langsung memberikan badan yang untuk pergi, namun dengan cepat Dea langsung memegang tangan Deren secara reflek, tapi Dea langsung melepaskannya setelah ia sadar dengan apa yang ia lakukan pada dereng. " Tolong beritahu saya terlebih dahulu di mana keberadaan Lucky, dan kalau bisa Tolong antar saya. saya Mohon tuan." ujar Dea dengan penuh permohonan serta air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya, membuat Deren mau tidak mau iya terpaksa mengantar dia pada Lucky. "baiklah. biar dianta

