Dea langsung menunduk, agar wajahnya tidak kelihatan oleh orang yang ingin ia hindari, yaitu Lucky. Yah, Dea mulai menyadari kesalahan yang telah ia perbuat di waktu malam itu, dimana ia melampiaskan kemarahan, kesedihan, kekecewaan, dengan bermain ranjang bersam pria asing, yang ternyata pria asing itu adalah putra satu-satunya mardhani, pemilik pesta yang sebenarnya.
" Tunjukkan pesona kecantikanmu Kakak cantik. Bukankah Kakak cantik berpenampilan sempurna seperti ini hanya untuk menyambut ku? Lalu kenapa sekarang jadi menunduk? " tanya Lucky membuat Dea langsung memejamkan matanya kuat, mencoba menahan rasa malunya karena panggilan dirinya pada Lucky saat malam itu.
" Aku tidak percaya kenapa keluarga terhormat seperti keluarga Mardhani memiliki keturunan seperti dia. "Gumam Dea pelan, merasa sangat kesal karena ternyata ia terlibat masalah dengan keluarga Mardhani.
" Percaya nggak Kalau aku bagian dari keluarga besar ini? Sebenarnya aku bukan siapa-siapa di sini, aku juga tamu sepertimu. "Bisik Lucky sambil mendorong dagu Dea ke atas, hingga wajah Dea terangkat ke atas dan membalas tatapan Lucky. Mendengar bisikan Lucky, dengan cepat Dea langsung menarik dan memilih menjauh dari banyaknya orang, dan sontak saja Apa yang dilakukan oleh Dea berhasil mengejutkan banyak orang termasuk para Bodyguard Lucky.
" Sebenarnya mau kamu apa? Dan Ngapain kamu ke sini? Kamu tahu ini acara pesta apa, ini penyambutan tuan muda, orang yang begitu sangat kejam. Jadi jangan membuat masalah. Sekarang juga pergi dari sini, atau kalau kamu tidak pergi, jangan membuat ulah. "Ujar Dea yang langsung percaya begitu saja dengan kata-kata Lucky kalau Lucky mendatangi pesta itu sebagai tamu, bukan sebagai tuan muda. Lucky yang mendengar ucapan Dea langsung menyunggingkan senyumnya, dan bahkan berusaha untuk menahan tawanya, karena ternyata Dea langsung percaya dengan kata-katanya tadi.
"Kalau aku tidak mau pergi Bagaimana?" tanya Lucky dengan nada santainya.
"Maka seperti yang ku katakan tadi, Jangan membuat ulah. Bahaya kalau nanti tuan muda marah karena ulahmu. "Ujar Dea menjawab pertanyaan Lucky, dan lagi-lagi Lucky menahan tawanya saat mendengar jawaban Dea.
"Baiklah. Aku harus bagaimana agar kamu tidak menganggap aku sebagai pembuat ulah di acara atau di pesta tuan muda yang membahayakan itu. "kata Lucky
"Kunci mulutmu, dan jangan pernah menunjukkan pada semua orang kalau kita pernah bertemu sebelumnya. Lagipula kamu kan bisa melupakan kejadian waktu itu." Ujar Dea yang langsung mendapat sambutan tawa renyah dari Lucky.
"Kau sendiri yang bilang Kakak cantik, sampai jumpa adik kecil. Artinya, kita bakal bertemu lagi. Dan sekarang, kita berjumpa. " Ujar Lucky seraya mengelus wajah cantik Dea, namun langsung mendapat tepisan kasar dari Dea.
"Gak usah aneh-aneh," kata Dea setelah menepis tangan Lucky. Dea takut ada orang yang melihat kalau dirinya sedang bicara dengan pria lain.
"Baiklah. Aku penuhi permintaan Kakak cantik, kalau Kakak cantik bisa memenuhi keinginan ku, " kata Lucky
"Apa lagi yang kau inginkan, aku sudah membayarnya untuk yang semalam? " tanya Dea
"Aku ingin mengulang apa yang kita lalui di malam itu. Aku suka hawa yang panas, apalagi yang mendatangkan keringat. Aku sangat suka. " Bisik Lucky tepat di daun telinga Dea, membuat Dea langsung membulatkan kedua matanya.
Dengan cepat Dea langsung pergi, karena Dea mulai merasa tidak tenang.
"Dari mana kamu? Datang buru-buru seperti melihat hantu? " tanya Sony saat ia berhasil menemukan Dea, karena memang sejak tadi Sony mencari keberadaan Dea.
"Bukan urusanmu. " Jawab Dea datar, lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk menyambut tuan muda yang di maksud oleh pembawa acara.
Karena Kakek Irawan takut kerjasama dengan Grup M di tolak, akhirnya kakek Irawan memarahi Dea karena Dea telah menyinggung pewaris keluarga Mardhani.
Dea yang tidak merasa bersalah dan tidak merasa membuat ulah, dengan santainya memberikan janjinya pada kakek Irawan kalau ia bisa menaklukkan tuan muda untuk bisa kerjasama dengan perusahaannya.
Karena Dea terlanjur kesal selalu di marahi oleh kakek Irawan tadi, akhirnya Dea memutuskan untuk keluar dari pesta itu, dan tidak ikut merayakan untuk penyambutan tuan muda mereka. Saat Dea keluar dari pesta ingin menenangkan diri, teryata Dea melihat Sony sedang b******u mesra dengan Maura, bahkan mendengar pembicaraan Maura dan Sony soal keinginan Maura yang menginginkan sebuah rumah impiannya, yang ternyata Maura sengaja meminta rumah pada Dea karena Sony sempat menjanjikan rumah pada Dea kalau Dea mau diajak kerjasama untuk merahasiakan hubungannya Dengan Maura. makanya Maura sengaja meminta rumah pada Sony, sebelum Sony membelikan rumah untuk Dea lebih dulu.
Dengan cepat Dea mengirim pesan pada kakek Irawan kalau ia pulang lebih awal, dan setelah itu, Dea menghubungi salah satu temannya untuk mengajak ke bar.
Saat di bar, Dea mencoba untuk menenangkan diri, namun sayang, Lagi-lagi ada yang mengganggu dirinya. Dea mendapat cibiran dari orang yang mengenal dirinya kalau kedatangan Dea ke bar karen sedang patah hati ditinggal atau tidak di cintai tunangan. Dengan emosi Dea langsung menyiram wajah pria yang mengejek Dea dengan minumannya, itu karena Dea tidak bisa mengendalikan emosinya. Dea pergi karena ingin menenangkan diri, malah nambah emosi.
"Apa yang kau lakukan, Dea! "Bentak pria itu marah, namun saat Dea ingin menanggapinya, Tiba-tiba ia merasa pusing, dan hampir terjatuh kalau tidak ada pria yang menahan tubuhnya. Keduanya saling melempar tatapan mendalam, dan entah siapa yang mulai lebih dulu, hingga mereka sudah ada di dalam kamar, membuat orang yang sengaja memberikan minuman yang sudah sedikit di campur obat kesal saat melihat Dea masuk ke dalam kamar dengan pria lain.
"Kakak cantik tidak apa-apa? " tanya Lucky dengan nada pelannya
"Tadinya kenapa-napa, tapi setelah ada kamu, jadi tidak apa-apa. " Jawab Dea yang langsung menarik tengkuk leher belakang Lucky, hingga bibir keduanya menyatu, dan keduanya bermain di bibir dengan penuh nafsu yang semangat.
Keduanya mulai hanyut dalam permainan mereka, hingga Dea yang terlanjur hatinya hancur, merasa nyaman saat berada dalam permainan pria asing itu, yang tak lain adalah Lucky.
Saat lucky ingin melepaskan pakaian Dea, Tiba-tiba ditahan oleh Dea, membuat Lucky mengerutkan keningnya.
"Ada yang salah Kakak Cantik? " tanya Lucky bingung.
"Seharusnya aku tidak disini. Ada tugas penting dari kakek, " kata Dea yang mulai teringat dengan janjinya pada kakek Irawan.
"Tugas apa? " tanya Lucky
"Aku harus mendapatkan tanda tangan tuan muda pewaris di Grup M, "jawab Dea yang kembali membuat Lucky mendekatkan wajahnya pada leher Dea, namun Dea menghindarinya.
" Mau tanda tangan tuan muda pewaris keluarga Mardhani kan? "tanya Lucky yang langsung mendapat anggukan kepala dari Dea.
" Layani dulu, setelah itu akan ku beri tanda tangan yang kamu inginkan. "Ujar Lucky yang langsung melepaskan pakaian Dea.