Bab 47. Sepuluh Ribu

1976 Kata

Resa memang meminta jatah libur tiap hari Minggu, karena anak-anak tidak berangkat sekolah dan dia tidak tega meninggalkan keduanya dari pagi hingga sore. Beruntung bos yang juga tetangganya itu begitu pengertian. Hari ini, dia berencana untuk melihat beberapa kontrakan dengan harga murah. Wahyuni memang sudah berjanji akan membantu memberikan pinjaman, namun bukan berarti dia bisa asal memilih kontrakan. Dia harus membatasi dananya. Kebutuhannya tidak berhenti setelah mendapatkan kontrakan. Dia harus berpikir panjang. Resa memasukkan bungkusan keripik ke dalam tas anyaman. Rencananya, dia akan mengantarkan keripik-keripik itu ke warung-warung langganannya, lalu lanjut melihat rumah kontrakan. “Ayah datang! Ayah pulang! Bunda, kerjaan ayah sudah selesai!” Resa mengernyit mendengar suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN