Andi hampir tiba di kosan, pria itu melewati sebuah tikungan. Karena terburu-buru dia tidak sadar ada seseorang sedang berjalan kalem di tepi jalan tersebut. Setir motornya oleng. "Woi, woi, woi, woi, braaakkkk!" Motor Andi masuk menerobos semak, masuk ke dalam selokan. Dia segera menariknya keluar, kembali ke jalan. Saat melihat sekitar, orang yang dia tabrak telah lenyap entah kemana. "Gue ngelamun atau bagaimana sih!" Keluhnya pada dirinya sendiri. Tak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat tiga temannya sedang menuju ke arahnya. "Lo nggak apa-apa Ndi?" Deden dengan nafas tersengal-sengal menepuk bahu pria tersebut. "Nggak apa-apa! Kalian kenapa? Tumben jam segini belum molor?" Menuntun motornya menuju ke kosan. Deden berjalan di sebelahnya, sementara Alan dan Arliand menunggu me

