Petugas tersebut mempertimbangkannya sejenak, lalu dia mendapatkan panggilan. "Iya! Baik pak! Iya!" Menatap seorang pemuda di antara mereka bertiga, Alan. Pria itu mengangkat kedua alisnya, seraya mengancungkan ponselnya ke arah petugas kepolisian tersebut. Arliand dan Deden segera menoleh ke belakang punggungnya bersamaan. Alan pura-pura bersiul-siul santai seraya bergaya selfie menggunakan ponselnya. "Aku akan mengambil kasus ini. Aku mendapatkan panggilan langsung dari atasanku." Ujar petugas kepolisian tersebut pada Arliand dan Deden. "Kalian tahu siapa pria di belakang punggung kalian?" Berbicara dengan suara berbisik. "Presdir." Spontan ucap Deden dan Arliand bersamaan. "Begundal itu Presdir?" Mengernyitkan keningnya menatap dengan wajah tidak percaya ke arah mereka berdua.

