Lidia Natalia jatuh ke lantai, Adnan tidak benar-benar mencekiknya. Dia hanya menekannya sedikit karena marah sekali. Pria itu duduk sambil memangku kepalanya. "Lidia? Bangun? Lidia?" Adnan mengguncangkan bahunya. Lidia masih menutup kedua matanya. Adnan membopong tubuhnya, lalu membawanya ke rumah sakit. Di perjalanan Lidia masih tetap tidak sadarkan diri. Tidak ada darah, hanya nafasnya yang terdengar sedikit lemah. "Lidia! Aku mencintaimu! Kamu harus bangun sayang!" Adnan melajukan mobilnya semakin cepat. Pria itu tidak ingin Lidia Natalia sampai kenapa-kenapa. "Apa yang terjadi padanya dok? Kenapa istri saya pingsan? Apa dia tidak bisa bernafas karena saya menekan lehernya?" Tanya pria itu pada dokter yang sedang menangani istrinya. "Dia stres, tensinya drop mendadak. Dan tekana

